BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakanng Masalah
Dalam literatur bahasa Arab, terdapat beberapa istilah
keterampilan, Rajiman membagi keterampilan tersebut kedalam empat keterampilan,
yaitu: keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan
keterampilan membaca (Tarigan 1986:1). keempat keterampilan tersebut sangat
berkaitan dan dapat meningkatkan keterampilan yang satu dengan lainnya.
Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa aspek dasar dari pembentukan
keterampilan-keterampilan tersebut adalah kosa kata, hal ini dikarenakan setiap
ujaran (lafadz) dan tulisan sangat terikat dengan suatu pembentukan kalimat,
yang didalamnya terdiri dari kosakata-kosakata tertentu. maka dengan kata lain,
pengembangan suatu bahasa terpusat pada kosa kata-kosa kata. Dan dapat ditarik
kesimpulan, bahwa apabila kita ingin menguasai keempat bidang keterampilan
berbahasa tersebut, maka faktor yang paling penting dalam menunjang hal
tersebut adalah memperbanyak kosa kata.
Untuk dapat menghapal kosa kata-kosa kata tertentu, setiap manusia
membutuhkan tindakan-tindakan yang bersifat kontraksi neurotik, yaitu proses
penyimpanan data-data kedalam fikiran yang melibatkan kontraksi-kontraksi
komponen otak, yang memiliki fungsi untuk memunculkan kembali data-data yang
telah disimpan ketika seseorang membutuhkannya kembali. Akan tetapi kebanyakan
manusia tidak dapat merangsang secara maksimal kontraksi komponen neurotic tersebut,
sehingga terkadang kita merasakan kesulitan untuk dapat mengingat sesuatu.
disamping itu, hal ini juga akan berdampak pada tingkat antusiasme siswa dalam
mengikuti pelajaran.
Berdasarkan study penelitian yang dilakukan di MTs Assasul Islamiyah Cibatu Cikembar di kelas VII, menurut pendapat beberapa siswa, kurangnnya antusias
mereka dalam menghafal mufrodat (kosa-kata), dikarenakan proses pembelajaran
yang mereka anggap kurang cocok, dan kurang menarik. Dari permasalahan ini,
maka terdapat beberapa pemecahan yang dapat kita lakukan, diantaranya adalah
penyediaan jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk
belajar
Secara
umum media yang dapat digunakan dalam pembelajaran terbagi dalam tiga bagian,
yakni media visual, audio dan audio visual (Strategi dan Perencanaan
Pembelajaran : 121). Dalam penelitian kali ini kami menggunakan media Visual
(berupa gambar) sebagai media. Dikarenakan media ini, bersifat visualisasi yang
mempunyai kemampuan paling besar untuk menghayati dunia sekitar dan hal ini
dapat merangsang perhatian siswa serta mempunyai nilai efektifitas
Dari
berbagai latar belakang yang telah dikemukakan, maka penelitian ini mempunyai
nilai yang sangat menarik untuk dikaji lebih mendalam. Dan kami berharap hasil
dari penelitian ini, dapat menjadi suatu landasan untuk memperoleh tujuan
pendidikan secara maksimal
B. Perumusan
Masalah
1.
Identifikasi Masalah
Dari berbagai kemungkinan permasalahan yang telah kami uraikan,
maka penyebab dari munculnya permasalahan tersebut adalah:
a)
Cara
balajar yang tidak cocok, tidak menarik atau tidak efektif.
b)
Kurangnya
sarana yang membantu proses
pembelajaran (buku
paket, papan tulis dan lain sebagainnya).
c)
Media
pembelajaran yang kurang efektif.
d)
Kemampuan
guru yang tidak bisa menguasai kondisi kelas.
2.
Pembatasan Masalah
Dengan adanya berbagai masalah dan faktor yang mempengaruhi proses
kelancaran pembelajaran yang beragam. Maka dalam penelitian kali ini, kami
membatasi permasalahan dalam ruang lingkup penggunaan media pembelajaran yang
berupa gambar. pembatasan permasalahan ini dilakukan untuk pemokusan
penelitian.
3.
Perumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka dapat ditarik
suatu permasalahan secara umum, yaitu: “Apakah dengan penerapan media
gambar dalam pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan
antusiasme dan hafalan kosa kata (mufrodat) siswa”
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tindakan kelas ini
diantaranya adalah:
1.
Mengetahui
sejauh mana keefektifan penggunaan media gambar dalam meningkatkan antusiasme
dan hafalan kosa kata (mufrodat) siswa.
2.
Apakah
dengan menggunakan media gambar, masalah dapat teratasi.
3.
Mengetahui
tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran bahasa
Arab.
D. Manfaat
Penelitian
1.
Siswa
: Meningkatnya minat dalam
mempelajari bahasa Arab.
2.
Guru
: Menambah wawasan tentang
strategi pembelajaran.
3.
Sekolah :
Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
BAB
II
KAJIAN
TEORITIS
A. Pengertian Media Pembelajaran
Secara etimologis, kata media berasal dari bahasa latin dan
merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara
atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga
proses belajar terjadi (Sadiman, 2002:6).
Pengertian media pembelajaran menurut Gagne (1970) adalah berbagai
jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.
Media bukan hanya sekedar berupa alat-alat seperti radio, televise, buku, dan
sebagainya. sebagaimana yang dikatakan oleh Gerlach and Ely (1980) yang
menyatakan, “a medium, conceived is any person, material or event
that establish condition which enable the learner to acquire knowledge, skill,
and attitude”. Menurut Gerlach dan Ely secara umum” Media itu
meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi
yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Latuheru (1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah
bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan
maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung
secara tepat guna dan berdaya guna.
Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat
yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media
pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan
belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.
Menurut
Sadiman (2002:16), media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai
berikut:
1.
Memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata
tertulis atau lisan belaka).
2.
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
3.
Dengan
menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap
pasif anak didik. Dalam hal ini, media pendidikan berguna untuk menimbulkan
kegairahan belajar, dan memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak
didik dengan lingkungan dan kenyetaan.
Media merupakan benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar,
dibaca, atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan dengan baik dalam
kegiatan belajar dan dapat memperbaharui efektifitas program pembelajaran
(Asnawir : 2002). Secara umum media yang dapat digunakan dalam pembelejaran
terbagi dalam tiga bagian, yakni media visual, audio dan audio visual.
B.
Media visual (Gambar)
Manurut Rudi S
(2006 : 120)
media visual adalah
media
yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan.
media visual terdiri dari media yang dapat di proyeksikan (non-projected
visual) dan media yang dapat diproyeksikan (projected visual). media
yang dapat diproyeksikan ini bisa berupa gambar diam (still picture)
atau bergerak (motion picture).
C.
Hafalan
Menghafal / mengingat
pada hakikatnya melibatkan kegiatan saraf-saraf otak, dimana
ketika ineda-indera mengambil berbagai kesan dari dunia luar, masukan-masukan
itu berjalan di sepanjang jalan syaraf organ yang mengambil data menuju bagian
otak yang menafsirkan masukan itu dari mata, telinga, hidung, atau kulit. dari
situ, informasi biasanya disimpangkan ke hipokampus mengirimkan sandi untuk
berbagai aspek ingatan itu kebagian korteks yang punya spesialisasi dalam aspek
masing-masing. Misalnya sandi untuk mengenali sebuah wajah atau mengetahui
penggunaan sebuah alat, merekonstruksi suatu frasa music atau menggambarkan
sebuah jalan yang sudah dikenal, merupakan aspek-aspek yang akan desimpan di
tempat-tempat yang berbeda di dalam korteks. jika tempat itu cedera, kemampuan
untuk mengingat asperk itu lenyap.
D. Mufrodat
Mufrodat merupakan padanan kata, yang mana kata-kata ini akan
membentuk sebuah susunan kalimat, yang menjadi unsur bahasa. Muhrodat artinya
kosa kata, yang akan menjadi dasar sebuah pembentukan kalimat, dengan gabungan
beberapa mufrodat dan aturan-aturan tertentu dapat membuat sebuah kalimat yang
menyimpan pesan tertentu. Dengan perbendaharaan kosakata yang banyak memberikan
kontribusi untuk mentransfer makna kata bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia
sehingga dapat dimengerti dan dipahami maksud dari teks Arab tersebut. Namun,
disamping makna tekstual (padanan kata / mufrodat), juga harus mengetahui makna
nahwiyah dan makna kontekstualnya, tetapi untuk setingkat MTs dicukupkan hanya
padanan katanya saja.
E. Antusiasme
Antusias adalah bagian dari ekspresi sikologis manusia terhadap
suatu keadaan. Biasanya hal ini ditandai dengan melakukan sesuatu tanpa paksaan
bahkan selalu ingin melakukannya. Sikap antusias akan membawa pada pikiran,
perasaan dan tindakan yang positif. Sikap antusias menimbulkan gairah positif
yang meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, membuat lebih terbuka
terhadap ide-ide atau peluang baru dan bahkan meningkatkan kualitas kesehatan.
Antusias dapat juga kita fahami sebagai minat, yaitu suatu
pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauan dan
yang tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981).
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1.
Tempat :
Penelitian
dilaksanakan di kelas VII MTs Assasul Islamiyah Cibatu Cikembar.
2.
Waktu
Penelitian di laksanakan pada bulan Juni 2012.
B. Subjek
Penelitian
Subjek penelitian pada penelitian ini adlah siswa kelas VII
semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 20 orang. Pada mata pelajaran
bahasa Arab, dengan pokok pembahasan تيبلا.
C. Metode
Pengumpulan Data
Data
penelitian dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, kuisioner dan
evaluasi yang dilakukan selama proses penelitian berlangsung. Data yang
terkumpul dapat berupa catatan-catatan yang berupa tulisan, angka-angka ataupun
soft data. Data yang diperoleh selain dari para peneliti, data juga diperoleh
dari pihak sekolah
D. Metode Analisa Data
Kumpulan dari berbagai data (tes tulis, kuisioner, dan data
observer) selama penelitian dilaksanakan dan dianalisis secara bersama-sama
dengan berlandaskan pada teori-teori yang bersangkutan, kemudian dari data-data
tesebut diolah kembali, sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan. Setelah
kesimpulan didapatkan, maka data-data tersebut diolah kedalam sebuah data yang
sistematis.
E. Prosedur
Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas kali
ini, dilakukan kegiatan yang meliputi empat tahap kegiatan, yaitu: tahap
pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Kegiatan ini dilakukan dalam 2
siklus, yang terjadi dalam dua pertemuan
1. Siklus Pertama
|
PERENCANAAN
|
TINDAKAN
|
OBSERVASI
|
REFLEKSI
|
|
|
§ Mengidentifikasi
masalah.
§ Menyusun
proposal
§
penelitian.
§
Menyusun rencana pelaksanaan (RPP).
§
Mempersiapkan media pembelajaran
yang berupa gambar dan alat proyeksi gambar (laptop dan proyektor)
§
Menyiapka format pengamatan proses
pembelajaran
§ Menyiapkan
observer
|
§ Mempersiapkan
media
§
Kegiatan awal
·
Motivasi
·
Penertiban kelas
·
Free test
· Absen
·
Kegiatan inti
· Menjelaskan
materi dengan menggunak an media gambar
·
Kegiatan akhir
·
Menyimpulkan pelajaran
· Evaluasi
kegiatan pembelajaran dengan berupa lembaran soal
|
· Mengamati
perilaku siswa terhadap penggunaan media gambar
· Memantau
kegiatan belajar mengajar
· Mengamati
tingkat penghafalan siswa terhadap mufradat yang diberikan
|
· Mencatat
hasil observasi
·
Mengevaluas i hasil observasi
· Menganalisis
hasil pembelajaran
· Memperbaiki
kelemahan
|
|
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
2. Siklus II
|
PERENCANAAN
|
TINDAKAN
|
OBSERVASI
|
REFLEKSI
|
|
· Menyusun
rencana perbaikan dengan mengacu pada refleksi
|
·
Mempersiapkan media Kegiatan awal
·
Motivasi
·
Penertiban kelas
·
Free test
·
Absen
· Kegiatan
inti
·
Menjelaskan materi dengan
menggunakan media gambar
·
Melaksanakan perbaikan
|
· Mengamati
perilaku siswa terhadap penggunaan media gambar.
· Memantau
kegiatan belajar mengajar
· Mengamati
tingkat penghafalan siswa terhadap mufradat yang diberikan
|
· Mencatat
hasil observasi
· Mengevaluasi
hasil observasi
· Menganalisis
hasil
· pembelajaran
· Memperbaiki
kelemahan
|
BAB
IV
HASIL
PENELITIAN
Proses pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan media gambar
(Visualisasi mufrodat dengan media infokus) yang dilaksanakan di MTs Assasul
Islamiyah Cibatu Cikembar, pada awalnya siswa belum terbiasa, tetapi setelah
pembelajaran berlangsung siswa tampak sangat antusias mengikuti kegiatan
belajar mengajar. Hal ini pun lebih berkembang pada pelaksanaan siklus kedua,
siswa lebih antusias lagi mempelajari Bahasa Arab. Misalnya dalam sub materi
Mufrodat siswa lebih cepat memahami, menghafal dan mengaflikasikannya.
1.
Hasil Penilaian Proses Pembelajaran Siklus I
|
a. Pengajar
|
||
|
Kerapihan
|
:
|
Baik
|
|
Pembawaan pengajar
|
:
|
Baik, mampu menguasai
kelas sehingga menciptakan suasana KBM yang interaktif.
|
|
Kesesuaian materi
dengan RPP
|
:
|
Materi cukup relevan
dengan RPP
|
|
Metode pembelajaran
|
:
|
Baik, dengan metode
CTL siswa secara tidak langsung belajar berani mengungkapkan gagasan
fikirannya.
|
|
b. Siswa
|
||
|
Kegiatan siswa
|
:
|
Cukup interaktif,
siswa mencoba mengulang beberapa
qiro,ah dan mufrodat.
|
|
Respon siswa
|
:
|
Cukup responsif
mengikuti pelajaran
|
|
Keaktifan siswa
|
:
|
Baik, siswa siswi
mencoba memberanikan diri menjawab berapa pertanyaan yang diajukan pertanyaan
yang diajukan oleh pengajar
|
|
Penguasaan terhadap
materi
|
:
|
Dengan metode
pembelajaran yang dibantu beberapa media siswa tampak lebih memahami materi
dengan baik.
|
|
|
||
|
c. Media
|
||
|
Keefektifan
|
:
|
Pembelajaran sangat
efektif dengan bantuan media infokus siswa tidak merasa jenuh karena
disajikan beberapa tampilan materi
secara visual.
|
|
Kesesuaian dengan
materi
|
:
|
Dalam materi mufrodat
siswa dapat melihat secara langsung bentuk visual dari masing-masing mufrodat yang diberikan.
|
|
d. Alat evaluasi
|
||
|
Kesesuaian dengan
materi
|
:
|
Evaluasi mufrodat yang
diberikan sangat sesuai dengan media yang digunakan,sehingga siswa mampu
mengingat bukanhanya secara harfiah saja,tetapi dengan disajikan bentuk
visualnya siswa lebih memahami dan dapat mengingatnya secara cepat.
|
|
2.
Hasil Penilaian Proses Pembelajaran Siklus II
|
||
|
a. Pengajar
|
||
|
Kerapihan
|
:
|
Cukup rapih lengkap dengan
jas almamater.
|
|
Pembawaan pengajar
|
:
|
Pengajar mampu
mengendalikan kelas.
|
|
Kesesuaian materi
dengan RPP
|
:
|
Materi hiwar disajikan
dengan baik
|
|
Metode pembelajaran
|
:
|
Efektif, siswa
dibimbing mempraktekkan materi mufrodat pada hiwar.
|
|
b. Siswa
|
||
|
Kegiatan siswa
|
:
|
Siswa mencoba
mengaflikasikan mufrodat dengan melakukan hiwar dengan berpasang-pasangan.
|
|
Respon siswa
|
:
|
Cukup responsif,
memperhatikan intonasi mufrodat dan hiwar dari pengajar.
|
|
Keaktifan siswa
|
:
|
Sebagian siswa masih
berani untuk mencoba.
|
|
Penguasaan terhadap
materi
|
:
|
80% siswa siswi dapat
menyerap materi dengan baik.
|
|
c. Media
|
||
|
Keefektifan
|
:
|
Media yang digunakan
sangat membantu sekali dalam proses belajar mengajar.
|
|
Kesesuaian dengan
materi
|
:
|
Sangat sesuai dengan materi mufrodat yang
diaflikasikan pada hiwar.
|
|
d. Alat evaluasi
|
||
|
Kesesuaian dengan
materi
|
:
|
Evaluasi mufrodat yang
diberikan sangat sesuai dengan media yang digunakan, sehingga siswa mampu
mengingat bukan hanya secara harfiah saja, tetapi dengan disajikan bentuk
visualnya siswa lebih memahami dan dapat mengingatnya secara cepat, serta
diaflikasikan dalam hiwar.
|
3.
Tabel Hasil Penilaian Proses
Pembelajaran Secara Keseluruhan
|
|
|
|
|
|
|
N
o
|
Aspek Penilaian Proses
|
Persentase
|
Keterangan
|
|
|
|
||||
|
|
||||
|
1
|
Keefektipan
media pembelajaran
|
85
%
|
Baik
|
|
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
2
|
Antusias
siswa dalam mengikuti PBM
|
85
%
|
Baik
|
|
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
3
|
Keaktivan
siswa dalam mengikuti PBM
|
80
%
|
Baik
|
|
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
Sukabumi, …………………
Observer
…………………….
Tabel Instrumen Penilaian Untuk Siklus Pertama dan Kedua
|
No
|
Nama
|
Nilai
|
Rata-rata
|
Keterangan
|
|
|
Siklus I
|
Siklus II
|
||||
|
1
|
Ahmad sanusi
|
45
|
65
|
55
|
Sangat Kurang
|
|
2
|
Ajiz Saeful
|
70
|
80
|
75
|
Cukup
|
|
3
|
Anissa Rahmawati
|
70
|
85
|
77.5
|
CUkup
|
|
4
|
Dede Risma
|
85
|
95
|
90
|
Sangat baik
|
|
5
|
Diki
|
40
|
55
|
47.5
|
Sangat Kurang
|
|
6
|
Emi
|
80
|
90
|
85
|
Baik
|
|
7
|
Gita
|
80
|
90
|
85
|
Baik
|
|
8
|
Hamdan
|
90
|
80
|
85
|
Baik
|
|
9
|
Herman
|
70
|
70
|
70
|
Cukup
|
|
10
|
Iqbal
|
80
|
75
|
77.5
|
Cukup
|
|
11
|
Ivan
|
95
|
60
|
77.5
|
Cukup
|
|
12
|
M Ramdan
|
90
|
80
|
85
|
Baik
|
|
13
|
Mila siti rahayu
|
100
|
95
|
97.5
|
Sangat baik
|
|
14
|
Misbah
|
75
|
80
|
77.5
|
Cukup
|
|
15
|
Nur M Maulana Yusssuf
|
75
|
90
|
82.5
|
Baik
|
|
16
|
Rian
|
80
|
90
|
85
|
Baik
|
|
17
|
Siti aminah
|
95
|
90
|
92.5
|
Sangat baik
|
|
18
|
Siti fitriani
|
85
|
95
|
90
|
Sangat baik
|
|
19
|
Siti nuraini
|
70
|
90
|
80
|
baik
|
|
20
|
Tika haryati
|
85
|
90
|
87.5
|
baik
|
|
Rata-rata
|
78
|
82,25
|
80.125
|
Baik
|
|
|
Keterangan :
|
|||||
|
90 - 100
|
: Sangat Baik
|
||||
|
80 - 89
|
: Baik
|
||||
|
70 - 79
|
: Cukup
|
||||
|
60 - 69
|
: Kurang
|
||||
|
50 - 59
|
: Sangat Kurang
|
||||
|
Sukabumi, ………………….
|
|||||
|
Observer
|
|||||
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Keberhasilan proses belajar mengajar terjadi karena berbagai aspek
yang terbentuk, aspek-aspek tersebut diantaranya adalah profesionalisme guru,
keadaan siswa, dan lingkungan pendidikan yang memadai. dari ketiga hal
tersebut, permasalahan penelitian yang muncul pada saat ini adalah kurangnya
antusias siswa (keadaan siswa) dalam menghafal mufrodat bahasa Arab. maka,
sebagai salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sebuah
tindakan kelas.
Tujuan penelitian yang kami laksanakan di MTs Assasul Islamiyah
Cibatu Cikembar Sukabumi, adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan
media gambar, masalah dapat teratasi, mengetahui sejauh mana keefektifan
penggunaan media gambar dalam meningkatkan antusiasme dan hafalan kosa kata
(mufrodat) siswa, mengetahui tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti proses
kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Dari berbagai masalah dan tujuan yang telah dirumuskan, ternyata
dengan penggunaan media gambar ini, permasalahan dapat teratasi. hal tersebut
telah terbukti secara objektif melalui beberapa alat evaluasi, diantaranya
lembar pertanyaan dan kuesioner. Dari hasil berbagai test tersebut (terlampir
dibagian lampiran), ternyata dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media
gambar ini, antuasias siswa dalam menghafal mufrodat bahasa Arab menjadi lebih
meningkat.
B. Saran
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan menjadi cerminan bagi
seluruh guru, agar dapat melakukan sebuah tindakan dari
permasalahan-permasalahan yang timbul dalam lingkungan pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ansawir, 2002. Media
Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers.
Heri Gunawan,
2009. Strategi dan Perencanaan Pembelajaran,Bandung: Azfie Media.
David
Gamon, Allen Bragdon, 1999. Building Mental Muscle, The American edition
Publisher: Brain Waves Books. Hak terjemah kedalam bahasa Indonesia pada
Penerbit Kaifa All rights reserved, Bandung. 2007
Nana
Sudjana, 1989. penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja
Rosda Karya.
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2005. Metode Penelitian Pendidikan,
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Wiri Atmaja,
Rochiati,. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas.Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya.
1 komentar:
ngopy ... smga bermanfaat...amin
Posting Komentar