Jumat, 28 September 2012

PTK Bahasa Arab


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakanng Masalah
Dalam literatur bahasa Arab, terdapat beberapa istilah keterampilan, Rajiman membagi keterampilan tersebut kedalam empat keterampilan, yaitu: keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca (Tarigan 1986:1). keempat keterampilan tersebut sangat berkaitan dan dapat meningkatkan keterampilan yang satu dengan lainnya.
Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa aspek dasar dari pembentukan keterampilan-keterampilan tersebut adalah kosa kata, hal ini dikarenakan setiap ujaran (lafadz) dan tulisan sangat terikat dengan suatu pembentukan kalimat, yang didalamnya terdiri dari kosakata-kosakata tertentu. maka dengan kata lain, pengembangan suatu bahasa terpusat pada kosa kata-kosa kata. Dan dapat ditarik kesimpulan, bahwa apabila kita ingin menguasai keempat bidang keterampilan berbahasa tersebut, maka faktor yang paling penting dalam menunjang hal tersebut adalah memperbanyak kosa kata.
Untuk dapat menghapal kosa kata-kosa kata tertentu, setiap manusia membutuhkan tindakan-tindakan yang bersifat kontraksi neurotik, yaitu proses penyimpanan data-data kedalam fikiran yang melibatkan kontraksi-kontraksi komponen otak, yang memiliki fungsi untuk memunculkan kembali data-data yang telah disimpan ketika seseorang membutuhkannya kembali. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak dapat merangsang secara maksimal kontraksi komponen neurotic tersebut, sehingga terkadang kita merasakan kesulitan untuk dapat mengingat sesuatu. disamping itu, hal ini juga akan berdampak pada tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran.
Berdasarkan study penelitian yang dilakukan di  MTs Assasul Islamiyah Cibatu Cikembar di kelas VII, menurut pendapat beberapa siswa, kurangnnya antusias mereka dalam menghafal mufrodat (kosa-kata), dikarenakan proses pembelajaran yang mereka anggap kurang cocok, dan kurang menarik. Dari permasalahan ini, maka terdapat beberapa pemecahan yang dapat kita lakukan, diantaranya adalah penyediaan jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar
Secara umum media yang dapat digunakan dalam pembelajaran terbagi dalam tiga bagian, yakni media visual, audio dan audio visual (Strategi dan Perencanaan Pembelajaran : 121). Dalam penelitian kali ini kami menggunakan media Visual (berupa gambar) sebagai media. Dikarenakan media ini, bersifat visualisasi yang mempunyai kemampuan paling besar untuk menghayati dunia sekitar dan hal ini dapat merangsang perhatian siswa serta mempunyai nilai efektifitas
Dari berbagai latar belakang yang telah dikemukakan, maka penelitian ini mempunyai nilai yang sangat menarik untuk dikaji lebih mendalam. Dan kami berharap hasil dari penelitian ini, dapat menjadi suatu landasan untuk memperoleh tujuan pendidikan secara maksimal
B. Perumusan Masalah
1.  Identifikasi Masalah
Dari berbagai kemungkinan permasalahan yang telah kami uraikan, maka penyebab dari munculnya permasalahan tersebut adalah:
a)        Cara balajar yang tidak cocok, tidak menarik atau tidak efektif.
b)        Kurangnya sarana  yang  membantu proses
       pembelajaran (buku paket, papan tulis dan lain sebagainnya).
c)        Media pembelajaran yang kurang efektif.
d)       Kemampuan guru yang tidak bisa menguasai kondisi kelas.
2.  Pembatasan Masalah
Dengan adanya berbagai masalah dan faktor yang mempengaruhi proses kelancaran pembelajaran yang beragam. Maka dalam penelitian kali ini, kami membatasi permasalahan dalam ruang lingkup penggunaan media pembelajaran yang berupa gambar. pembatasan permasalahan ini dilakukan untuk pemokusan penelitian.
3.  Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan identifikasi masalah, maka dapat ditarik suatu permasalahan secara umum, yaitu: “Apakah dengan penerapan media gambar dalam pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan antusiasme dan hafalan kosa kata (mufrodat) siswa
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tindakan kelas ini diantaranya adalah:
1.       Mengetahui sejauh mana keefektifan penggunaan media gambar dalam meningkatkan antusiasme dan hafalan kosa kata (mufrodat) siswa.
2.       Apakah dengan menggunakan media gambar, masalah dapat teratasi.
3.       Mengetahui tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
D. Manfaat Penelitian
1.       Siswa               : Meningkatnya minat dalam mempelajari bahasa Arab.
2.       Guru                : Menambah wawasan tentang strategi pembelajaran.
3.       Sekolah           : Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

BAB II
KAJIAN TEORITIS
A.        Pengertian Media Pembelajaran
Secara etimologis, kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman, 2002:6).
Pengertian media pembelajaran menurut Gagne (1970) adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Media bukan hanya sekedar berupa alat-alat seperti radio, televise, buku, dan sebagainya. sebagaimana yang dikatakan oleh Gerlach and Ely (1980) yang menyatakan, “a medium, conceived is any person, material or event that establish condition which enable the learner to acquire knowledge, skill, and attitude”. Menurut Gerlach dan Ely secara umum” Media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Latuheru (1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.
Menurut Sadiman (2002:16), media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
1.             Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
2.             Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
3.             Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini, media pendidikan berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar, dan memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyetaan.
Media merupakan benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan dengan baik dalam kegiatan belajar dan dapat memperbaharui efektifitas program pembelajaran (Asnawir : 2002). Secara umum media yang dapat digunakan dalam pembelejaran terbagi dalam tiga bagian, yakni media visual, audio dan audio visual.
B.                 Media visual (Gambar)
Manurut  Rudi  S  (2006  :  120)  media  visual  adalah  media
yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan. media visual terdiri dari media yang dapat di proyeksikan (non-projected visual) dan media yang dapat diproyeksikan (projected visual). media yang dapat diproyeksikan ini bisa berupa gambar diam (still picture) atau bergerak (motion picture).
C.                Hafalan
Menghafal   /   mengingat   pada   hakikatnya   melibatkan kegiatan saraf-saraf otak, dimana ketika ineda-indera mengambil berbagai kesan dari dunia luar, masukan-masukan itu berjalan di sepanjang jalan syaraf organ yang mengambil data menuju bagian otak yang menafsirkan masukan itu dari mata, telinga, hidung, atau kulit. dari situ, informasi biasanya disimpangkan ke hipokampus mengirimkan sandi untuk berbagai aspek ingatan itu kebagian korteks yang punya spesialisasi dalam aspek masing-masing. Misalnya sandi untuk mengenali sebuah wajah atau mengetahui penggunaan sebuah alat, merekonstruksi suatu frasa music atau menggambarkan sebuah jalan yang sudah dikenal, merupakan aspek-aspek yang akan desimpan di tempat-tempat yang berbeda di dalam korteks. jika tempat itu cedera, kemampuan untuk mengingat asperk itu lenyap.
D.        Mufrodat
Mufrodat merupakan padanan kata, yang mana kata-kata ini akan membentuk sebuah susunan kalimat, yang menjadi unsur bahasa. Muhrodat artinya kosa kata, yang akan menjadi dasar sebuah pembentukan kalimat, dengan gabungan beberapa mufrodat dan aturan-aturan tertentu dapat membuat sebuah kalimat yang menyimpan pesan tertentu. Dengan perbendaharaan kosakata yang banyak memberikan kontribusi untuk mentransfer makna kata bahasa Arab kedalam bahasa Indonesia sehingga dapat dimengerti dan dipahami maksud dari teks Arab tersebut. Namun, disamping makna tekstual (padanan kata / mufrodat), juga harus mengetahui makna nahwiyah dan makna kontekstualnya, tetapi untuk setingkat MTs dicukupkan hanya padanan katanya saja.
E.        Antusiasme
Antusias adalah bagian dari ekspresi sikologis manusia terhadap suatu keadaan. Biasanya hal ini ditandai dengan melakukan sesuatu tanpa paksaan bahkan selalu ingin melakukannya. Sikap antusias akan membawa pada pikiran, perasaan dan tindakan yang positif. Sikap antusias menimbulkan gairah positif yang meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, membuat lebih terbuka terhadap ide-ide atau peluang baru dan bahkan meningkatkan kualitas kesehatan.
Antusias dapat juga kita fahami sebagai minat, yaitu suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauan dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981).

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.        Setting Penelitian
1.      Tempat  :
Penelitian dilaksanakan di kelas VII MTs Assasul Islamiyah Cibatu Cikembar.
2.      Waktu
Penelitian di laksanakan pada bulan Juni 2012.
B.         Subjek Penelitian
Subjek penelitian pada penelitian ini adlah siswa kelas VII semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah 20 orang. Pada mata pelajaran bahasa Arab, dengan pokok pembahasan تيبلا.
C.        Metode Pengumpulan Data
Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, kuisioner dan evaluasi yang dilakukan selama proses penelitian berlangsung. Data yang terkumpul dapat berupa catatan-catatan yang berupa tulisan, angka-angka ataupun soft data. Data yang diperoleh selain dari para peneliti, data juga diperoleh dari pihak sekolah
D.        Metode Analisa Data
Kumpulan dari berbagai data (tes tulis, kuisioner, dan data observer) selama penelitian dilaksanakan dan dianalisis secara bersama-sama dengan berlandaskan pada teori-teori yang bersangkutan, kemudian dari data-data tesebut diolah kembali, sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan. Setelah kesimpulan didapatkan, maka data-data tersebut diolah kedalam sebuah data yang sistematis.
E.         Prosedur Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas kali ini, dilakukan kegiatan yang meliputi empat tahap kegiatan, yaitu: tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Kegiatan ini dilakukan dalam 2 siklus, yang terjadi dalam dua pertemuan





1. Siklus Pertama
PERENCANAAN
TINDAKAN
OBSERVASI
REFLEKSI

§  Mengidentifikasi masalah.
§  Menyusun proposal
§  penelitian.

§  Menyusun rencana pelaksanaan (RPP).

§  Mempersiapkan media pembelajaran yang berupa gambar dan alat proyeksi gambar (laptop dan proyektor)

§  Menyiapka format pengamatan proses pembelajaran

§  Menyiapkan observer
§  Mempersiapkan media
§  Kegiatan awal
·       Motivasi
·       Penertiban kelas
·       Free test
·       Absen
·      Kegiatan inti
·      Menjelaskan materi dengan menggunak an  media gambar
·      Kegiatan akhir
·      Menyimpulkan pelajaran
·      Evaluasi kegiatan pembelajaran dengan berupa lembaran soal
·      Mengamati perilaku siswa terhadap penggunaan media gambar
·      Memantau kegiatan belajar mengajar
·      Mengamati tingkat penghafalan siswa terhadap mufradat yang diberikan
·      Mencatat hasil observasi
·      Mengevaluas i hasil observasi
·      Menganalisis hasil pembelajaran
·      Memperbaiki kelemahan







2. Siklus II

PERENCANAAN
TINDAKAN
OBSERVASI
REFLEKSI
·      Menyusun rencana perbaikan dengan mengacu pada refleksi
·      Mempersiapkan media Kegiatan awal
·        Motivasi
·        Penertiban kelas
·        Free test
·        Absen
·      Kegiatan inti
·           Menjelaskan materi dengan menggunakan media gambar
·           Melaksanakan perbaikan
·      Mengamati perilaku siswa terhadap penggunaan media gambar.
·      Memantau kegiatan belajar mengajar
·      Mengamati tingkat penghafalan siswa terhadap mufradat yang diberikan
·      Mencatat hasil observasi
·      Mengevaluasi hasil observasi
·      Menganalisis hasil
·      pembelajaran
·      Memperbaiki kelemahan



BAB IV
HASIL PENELITIAN

Proses pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan media gambar (Visualisasi mufrodat dengan media infokus) yang dilaksanakan di MTs Assasul Islamiyah Cibatu Cikembar, pada awalnya siswa belum terbiasa, tetapi setelah pembelajaran berlangsung siswa tampak sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini pun lebih berkembang pada pelaksanaan siklus kedua, siswa lebih antusias lagi mempelajari Bahasa Arab. Misalnya dalam sub materi Mufrodat siswa lebih cepat memahami, menghafal dan mengaflikasikannya.

1.                  Hasil Penilaian Proses Pembelajaran Siklus I
a. Pengajar
Kerapihan
:
Baik
Pembawaan pengajar
:
Baik, mampu menguasai kelas sehingga menciptakan suasana KBM yang interaktif.
Kesesuaian materi dengan RPP
:
Materi cukup relevan dengan RPP
Metode pembelajaran
:
Baik, dengan metode CTL siswa secara tidak langsung belajar berani mengungkapkan gagasan fikirannya.
b. Siswa
Kegiatan siswa
:
Cukup interaktif, siswa mencoba mengulang  beberapa qiro,ah dan mufrodat.
Respon siswa
:
Cukup responsif mengikuti pelajaran
Keaktifan siswa
:
Baik, siswa siswi mencoba memberanikan diri menjawab berapa pertanyaan yang diajukan pertanyaan yang diajukan oleh pengajar
Penguasaan terhadap materi
:
Dengan metode pembelajaran yang dibantu beberapa media siswa tampak lebih memahami materi dengan baik.

c. Media
Keefektifan
:
Pembelajaran sangat efektif dengan bantuan media infokus siswa tidak merasa jenuh karena disajikan beberapa tampilan materi  secara visual.
Kesesuaian dengan materi
:
Dalam materi mufrodat siswa dapat melihat secara langsung bentuk visual dari  masing-masing mufrodat yang diberikan.
d. Alat evaluasi
Kesesuaian dengan materi
:
Evaluasi mufrodat yang diberikan sangat sesuai dengan media yang digunakan,sehingga siswa mampu mengingat bukanhanya secara harfiah saja,tetapi dengan disajikan bentuk visualnya siswa lebih memahami dan dapat mengingatnya secara cepat.
2. Hasil Penilaian Proses Pembelajaran Siklus II
a. Pengajar
Kerapihan
:
Cukup rapih lengkap dengan jas almamater.
Pembawaan pengajar
:
Pengajar mampu mengendalikan kelas.
Kesesuaian materi dengan RPP
:
Materi hiwar disajikan dengan baik
Metode pembelajaran
:
Efektif, siswa dibimbing mempraktekkan materi mufrodat pada hiwar.
b. Siswa
Kegiatan siswa
:
Siswa mencoba mengaflikasikan mufrodat dengan melakukan hiwar dengan berpasang-pasangan.
Respon siswa
:
Cukup responsif, memperhatikan intonasi mufrodat dan hiwar dari pengajar.
Keaktifan siswa
:
Sebagian siswa masih berani untuk mencoba.
Penguasaan terhadap materi
:
80% siswa siswi dapat menyerap materi dengan baik.
c. Media
Keefektifan
:
Media yang digunakan sangat membantu sekali dalam proses belajar mengajar.
Kesesuaian dengan materi
:
 Sangat sesuai dengan materi mufrodat yang diaflikasikan pada hiwar.
d. Alat evaluasi
Kesesuaian dengan materi
:
Evaluasi mufrodat yang diberikan sangat sesuai dengan media yang digunakan, sehingga siswa mampu mengingat bukan hanya secara harfiah saja, tetapi dengan disajikan bentuk visualnya siswa lebih memahami dan dapat mengingatnya secara cepat, serta diaflikasikan dalam hiwar.

3.       Tabel Hasil Penilaian Proses Pembelajaran Secara Keseluruhan





N
o
Aspek Penilaian Proses
Persentase
Keterangan



1
Keefektipan media pembelajaran
85 %
Baik





2
Antusias siswa dalam mengikuti PBM
85 %
Baik





3
Keaktivan siswa dalam mengikuti PBM
80 %
Baik






Sukabumi, …………………
Observer


…………………….
Tabel Instrumen Penilaian Untuk Siklus Pertama dan Kedua
No
Nama
Nilai
Rata-rata
Keterangan
Siklus I
Siklus II
1
Ahmad sanusi
45
65
55
Sangat  Kurang
2
Ajiz Saeful
70
80
75
Cukup
3
Anissa Rahmawati
70
85
77.5
CUkup
4
Dede Risma
85
95
90
Sangat baik
5
Diki
40
55
47.5
Sangat Kurang
6
Emi
80
90
85
Baik
7
Gita
80
90
85
Baik
8
Hamdan
90
80
85
Baik
9
Herman
70
70
70
Cukup
10
Iqbal
80
75
77.5
Cukup
11
Ivan
95
60
77.5
Cukup
12
M Ramdan
90
80
85
Baik
13
Mila siti rahayu
100
95
97.5
Sangat baik
14
Misbah
75
80
77.5
Cukup
15
Nur M Maulana Yusssuf
75
90
82.5
Baik
16
Rian
80
90
85
Baik
17
Siti aminah
95
90
92.5
Sangat baik
18
Siti fitriani
85
95
90
Sangat baik
19
Siti nuraini
70
90
80
baik
20
Tika haryati
85
90
87.5
baik
Rata-rata
78
82,25
80.125
Baik
Keterangan :
90 - 100
: Sangat Baik
80 - 89
: Baik

70 - 79
: Cukup
60 - 69
: Kurang
50 - 59
: Sangat Kurang
Sukabumi, ………………….
Observer






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Keberhasilan proses belajar mengajar terjadi karena berbagai aspek yang terbentuk, aspek-aspek tersebut diantaranya adalah profesionalisme guru, keadaan siswa, dan lingkungan pendidikan yang memadai. dari ketiga hal tersebut, permasalahan penelitian yang muncul pada saat ini adalah kurangnya antusias siswa (keadaan siswa) dalam menghafal mufrodat bahasa Arab. maka, sebagai salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sebuah tindakan kelas.
Tujuan penelitian yang kami laksanakan di MTs Assasul Islamiyah Cibatu Cikembar Sukabumi, adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media gambar, masalah dapat teratasi, mengetahui sejauh mana keefektifan penggunaan media gambar dalam meningkatkan antusiasme dan hafalan kosa kata (mufrodat) siswa, mengetahui tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran bahasa Arab.
Dari berbagai masalah dan tujuan yang telah dirumuskan, ternyata dengan penggunaan media gambar ini, permasalahan dapat teratasi. hal tersebut telah terbukti secara objektif melalui beberapa alat evaluasi, diantaranya lembar pertanyaan dan kuesioner. Dari hasil berbagai test tersebut (terlampir dibagian lampiran), ternyata dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media gambar ini, antuasias siswa dalam menghafal mufrodat bahasa Arab menjadi lebih meningkat.

B. Saran

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan menjadi cerminan bagi seluruh guru, agar dapat melakukan sebuah tindakan dari permasalahan-permasalahan yang timbul dalam lingkungan pendidikan.






DAFTAR PUSTAKA

Ansawir, 2002. Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Pers.
Heri Gunawan, 2009. Strategi dan Perencanaan Pembelajaran,Bandung: Azfie Media.
David Gamon, Allen Bragdon, 1999. Building Mental Muscle, The American edition Publisher: Brain Waves Books. Hak terjemah kedalam bahasa Indonesia pada Penerbit Kaifa All rights reserved, Bandung. 2007
Nana Sudjana, 1989. penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2005. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Wiri Atmaja, Rochiati,. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;